Entri Populer

Sabtu, 04 Desember 2010

Ini Prediksi Laga Indonesia Versus Laos




Pelatih Tim Nasional Indonesia Alfred Riedl sepertinya paham betul jargon Never Change The Winning Team. Pada laga melawan Laos di pertandingan kedua Piala AFF 2010, Sabtu (4/12/2010) malam, ia tak akan mengutak-atik komposisi tim yang sukses menebas Malaysia dengan kemenangan telak 5-1.

"Sebelum dan sesudah menang atas Malaysia, spirit tim sama. Tidak ada pemain yang cedera dan rotasi pada pertandingan nanti," ujar Riedl.

Ia seolah percaya, kemampuan yang ditunjukkan anak-anak Merah Putih pada laga lawan Negeri Jiran akan mampu mengatasi perlawanan Laos.

Pun, Riedl tetap mengkhawatirkan kebangkitan Laos. Kecemasan tersebut ia dasarkan atas fakta kesuksesan Laos menahan imbang 2-2- tim unggulan juara, Thailand.

"Saya cukup terkejut dengan keberhasilan Laos menahan imbang Thailand. Mereka telah mengalami banyak perubahan," kata Riedl kepada Tribunnews.com, Kamis (2/12/2010).

Bagi Riedl, Laos bukanlah tim asing. Sebelum melatih Bambang Pamungkas dkk, Riedl setahun melatih negara kecil tersebut. Kondisi yang tentunya menguntungkan Indonesia karena Riedl setidaknya tahu kekuatan tim lawan.

Namun pria 61 tahun itu tetap mewaspadai kekuatan Laos. Pelatih asal Austria ini pun meminta Pasukan Garuda tetap menginjak bumi alias tidak terlalu percaya diri.

"Laos tim yang sangat bagus dan semakin berkembang. Pelatih David Booth (pelatih Laos) juga sangat bagus. Pada 2006, Laos pernah dibantai Vietnam. Namun di SEA Games 2009, mereka bisa menahan Vietnam. Tidak ada tim yang boleh diremehkan di Asia Tenggara," ujar Riedl, mengingatkan.

Kelebihan yang dimiliki Indonesia terdapat di dua pilar timnas, Oktovianus Maniani dan Ahmad Busthomi. Meski sempat mengalami sedikit masalah dengan kram kaki usai melawan Malaysia, keduanya dipastikan fit melawan Laos.

Satu catatan yang patut diwaspadai Riedl adalah kondisi lini belakang yang terlihat belum solid. Kehadiran Hamka Hamzah menggantikan Nova Arianto sering terlambat menutup pergerakan lawan.

Inilah yang wajib menjadi bahan evaluasi bagi skuad Timnas. Di samping juga koordinasi antar pemain yang belum berjalan dengan baik.

"Kita memang masih memiliki beberapa kelemahan yang mesti harus diperbaiki. Harapan kita melawan Laos bisa tampil lebih baik lagi," ujar Kapten Indonesia, Firman Utina.

Tim Merah Putih harus tampil lebih solid mengingat Laos memang menunjukkan peningkatan luar biasa di bawah asuhan David Booth. Mereka mampu mengimbangi permainan Thailand yang dalam 35 tahun terakhir belum mampu mereka tahan imbang.

Pola permainan Laos juga menunjukkan peningkatan pesat. Mereka mampu menghadirkan permainan cepat dengan mengandalkan umpan satu-dua sentuhan. Kerja sama lini per lini juga terorganisir dengan sangat baik.

Kanlaya Symsomvang yang menjadi ujung tombak Laos juga harus diwaspadai lini belakang Indonesia. Pemain bernomor punggung 9 itu biasa melakukan penetrasi dari sisi kisi pertahanan lawan untuk masuk ke kotak penalti dan mencetak gol.

Kesuksesan Laos mendapatkan satu poin atas Thailand juga menimbulkan kepercayaan diri tinggi. Mental mereka terbangun setelah sebelumnya menjadi tim yang tidak diunggulkan di babak penyisihan Grup A.

"Kami terdiri dari pemain muda. Banyak diantara mereka yang belum pernah bermain di stadion dan atmosfer seperti ini. Ini merupakan pengalaman pertama mereka. Tapi kami akan kembali berusaha memberikan yang terbaik buat tim kami," kata Booth.

Setelah merasakan atmosfer SUGB dengan intimidasi suporter Indonesia, Booth mengaku tidak gentar. "Apapun kami akan menghadapi Indonesia tanpa terpengaruh dengan atmosfer penonton," ujar Booth.

Arsitek Laos ini sama sekali tidak mengenal kekuatan Indonesia. Meski demikian, Booth akan memaksimalkan potensi yang dimiliki pemainnya untuk mengimbangi kekuatan Indonesia.

"Saya belum tahu akan menyiapkan taktik apa melawan Indonesia, karena tidak tahu kekuatan mereka. Saya belum pernah melihat permainan mereka. Tapi pemain pasti akan bekerja keras karena saya tahu Riedl adalah pelatih bagus," katanya.

Andai Timnas Indonesia mampu memaksimalkan sisi sayap, termasuk dua wing back yang rajin melakukan overlap tanpa lupa kembali, Indonesia memiliki peluang untuk unggul. Pun, Laos juga tim yang punya kecepatan, sergahan cepat dan tak membiarkan lawan mengendalikan alur -apalagi terus menerus menguasai bola- bisa menjadi titik kunci mematikan permainan Laos.

Indonesia tentu berharap bisa mengalahkan Laos. Kemenangan akan langsung mengantarkan Tim Merah Putih lolos dari babak penyisihan grup dan melaju ke babak semifinal.

Saat ini Indonesia memimpin klasemen sementara Grup A dengan poin tiga, disusul Thailand dan Laos dengan dua angka. Malaysia di posisi juru kunci tanpa poin.


__________________
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar